Alamat

Jl. Raya Panglegur KM.4 Pamekasan

Telp./WA

+6281 333 4 22227

Email

mbs@iainmadura.ac.id

Bekali Wawasan Bisnis Internasional, Prodi MBS Gelar Webinar “From Campus to Global Market: Belajar Menjadi Eksportir Pemula”

  • Diposting Oleh Admin Web Prodi MBS
  • Jumat, 14 Agustus 2026
  • Dilihat 106 Kali
Bagikan ke

UIN Madura, 13 Agustus 2026 – Program Studi Manajemen Bisnis Syariah menyelenggarakan webinar bertajuk “From Campus to Global Market: Belajar Menjadi Eksportir Pemula” pada Kamis, 13 Agustus 2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom ini menghadirkan praktisi sekaligus Founder Eksporter Indonesia, Ibu Dewi Ekha Harlasyanti, S.H. Seorang praktisi ekspor produk bulumata palsu yang telah di ekspor ke 20 Negara sejak tahun 2016 hingga saat ini, sekaligus founder komunitas UKM Eksporter Indonesia yang concern bergerak untuk memberikan edukasi tentang ekspor kepada pelaku UMKM, masyarakat umum serta mahasiswa di beberapa universitas, melalui workshop baik online maupun offline, yang saat ini telah memiliki ribuan member yang tersebar dari seluruh Indonesia.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya Program Studi Manajemen Bisnis Syariah dalam memberikan wawasan praktis kepada mahasiswa mengenai peluang kewirausahaan di pasar internasional. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa didorong untuk tidak hanya mempersiapkan diri memasuki dunia kerja setelah lulus, tetapi juga mulai membangun bisnis internasional sejak masa perkuliahan.

Acara diawali dengan sambutan dari Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Dr. H. Abdul Mukti Thabrani, Lc. M.H.I., kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Program Studi Manajemen Bisnis Syariah, Dr. Mohammad Hamim Sultoni, M.A.B. Dalam sambutannya, disampaikan pentingnya memberikan pengalaman dan wawasan praktis kepada mahasiswa agar mampu merespons perkembangan dunia bisnis yang semakin terhubung dengan pasar global.

Mengawali pemaparannya, Ibu Dewi Ekha Harlasyanti mengajak mahasiswa untuk melihat ekspor sebagai peluang yang dapat dimulai sejak masa kuliah. Menurut materi yang disampaikan, ekspor bukan sekadar aktivitas perdagangan antarnegara, tetapi juga membuka potensi ekonomi yang luas, memberdayakan UMKM lokal agar naik kelas, serta berkontribusi terhadap perolehan devisa negara. Mahasiswa dinilai memiliki posisi strategis karena merupakan generasi yang dekat dengan teknologi digital. Pemanfaatan platform digital, jaringan B2B global, serta riset berbasis data dapat menjadi modal penting untuk membantu produk lokal menembus pasar internasional. Mahasiswa juga dapat berperan sebagai aggregator yang menghubungkan UMKM di daerah dengan buyer internasional, sekaligus meningkatkan nilai produk melalui rebranding, storytelling, dan pengemasan yang sesuai dengan standar pasar global.

Salah satu bagian penting dalam webinar adalah pembahasan mengenai enam tahapan yang perlu diikuti mahasiswa untuk memulai ekspor. Tahapan tersebut meliputi menentukan produk ekspor, melakukan riset pasar, mempersiapkan legalitas dan supplier, mempersiapkan marketing tools, mengumpulkan dan membuat database buyer, serta mengirimkan penawaran kepada buyer. Dalam menentukan produk ekspor, mahasiswa tidak harus menciptakan produk baru. Hal yang lebih penting adalah menemukan titik temu antara produk yang dapat diakses, kebutuhan pasar dunia, dan metode pemasaran yang tepat. Materi juga memperkenalkan berbagai potensi sektor produk seperti pertanian, perkebunan, perikanan, furniture, tekstil, kosmetik, kerajinan, digital, dan manufaktur.

Pemateri memberikan tiga tips utama dalam memilih produk ekspor, yaitu access, demand, dan exportability. Mahasiswa disarankan melihat terlebih dahulu produk yang tersedia di lingkungan sekitar, kemudian menganalisis data perdagangan untuk mengetahui permintaan pasar, serta memahami regulasi dan persyaratan yang berlaku di negara tujuan ekspor.

Dalam konteks potensi daerah, materi juga menampilkan sejumlah produk potensial dari Madura, di antaranya rumput laut, kacang mete, tembakau, moringa, kerapu, long pepper, fried onion, dan coconut charcoal, beserta sejumlah negara yang menjadi tujuan potensial ekspornya.

Untuk mendukung pemasaran internasional, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai sejumlah marketing tools yang perlu dipersiapkan oleh calon eksportir, antara lain company profile, katalog produk, website, media sosial, dan global marketplace. Website perusahaan menjadi salah satu sarana penting untuk membangun kredibilitas, sementara media sosial dapat dimanfaatkan untuk mempromosikan produk. Global marketplace juga dapat digunakan untuk menjangkau pasar B2B maupun B2C internasional.

Pemateri selanjutnya menekankan pentingnya membangun database potential buyer. Dalam transaksi ekspor B2B, mengetahui perusahaan yang berpotensi menjadi buyer merupakan fondasi penting untuk membuka peluang transaksi. Peserta juga diperkenalkan dengan langkah pencarian buyer berdasarkan HS Code, trade indicator, kategori perusahaan, serta pemanfaatan situs perdagangan internasional.

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta mengikuti sesi tersebut dengan antusias dan aktif mengajukan pertanyaan kepada pemateri. Berbagai hal yang berkaitan dengan peluang memulai ekspor, pemilihan produk, pemasaran internasional, hingga strategi menemukan buyer menjadi bagian dari diskusi. Sesi tanya jawab tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperdalam materi sekaligus memperoleh perspektif praktis dari pelaku yang memiliki pengalaman langsung di bidang ekspor. Interaksi yang berlangsung juga memperlihatkan tingginya ketertarikan mahasiswa terhadap peluang bisnis internasional.

Melalui webinar “From Campus to Global Market: Belajar Menjadi Eksportir Pemula”, Program Studi Manajemen Bisnis Syariah berharap mahasiswa semakin memahami bahwa peluang menjadi eksportir dapat mulai dibangun sejak bangku kuliah. Mahasiswa tidak harus menunggu lulus untuk mengenal pasar internasional, tetapi dapat mulai dengan mengenali potensi produk di sekitar, melakukan riset pasar, membangun jejaring, memanfaatkan teknologi digital, dan secara bertahap mempersiapkan diri memasuki ekosistem perdagangan global.

Kegiatan ini sekaligus memperkuat komitmen Program Studi Manajemen Bisnis Syariah untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan akademik dan keterampilan praktis yang relevan dengan perkembangan dunia usaha, sehingga lulusan tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menjadi entrepreneur dan penggerak pengembangan produk lokal menuju pasar global.